Ketahanan Nasional

Nama : Dava Fernando 

NIM : 43125010236


Pertanyaan Pemantik

1. Posisi Geografis Indonesia (Trigatra)


Keunggulan:


* Letak strategis di jalur perdagangan dunia (ALKI), kekayaan SDA maritim, posisi tawar geopolitik sebagai "swing state ".


Kerawanan:


* Perebutan pengaruh AS–Tiongkok, konflik Laut Cina Selatan, penyelundupan, illegal fishing, dan kerentanan blokade ekonomi.



2. Pancagatra paling rentan terhadap globalisasi


Gatra Ideologi paling rentan karena arus informasi global mudah memengaruhi nilai nasional.

Penguatan: pendidikan Pancasila kontekstual, literasi digital, kurikulum anti-hoaks, penguatan platform digital berbasis nilai kebangsaan.



3. “Mawas ke Dalam” dalam ekonomi


Bentuk nyata: substitusi impor strategis, hilirisasi industri, penguatan UMKM digital, reformasi perpajakan, dan pembangunan rantai pasok domestik.

Tujuan: mengurangi ketergantungan global dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional.



4. Strategi mengatasi ketidakadilan pembangunan (selain dana)


* Reformasi tata ruang nasional.

* Kewenangan fiskal yang lebih adil untuk daerah.

* Konektivitas transportasi & digital.

* Pengawasan proyek agar bebas korupsi.

* Pengembangan klaster ekonomi sesuai potensi lokal.

* Koordinasi kuat antara pusat–daerah.



5. Perbedaan Ketahanan Nasional: Daya Tangkal vs. Pengarah Potensi


* Daya Tangkal: defensif, menahan ancaman (misal: anti-hoaks, keamanan siber).

* Pengarah Potensi: ofensif konstruktif, membangun kekuatan nasional (misal: pengembangan SDM, teknologi).



Latihan Reflektif 


1. Interdependensi Gatra Kependudukan & Gatra Ekonomi


* SDM rendah → produktivitas lemah → ekonomi menurun.

* Ekonomi lemah → akses pendidikan/kesehatan buruk → kualitas SDM stagnan.

  Keduanya saling memperkuat atau saling melemahkan.



2. Kasus Disintegrasi (contoh: Poso)


* Gatra lemah:sosial-budaya (kerukunan rusak), politik (lemahnya otoritas).

* Pemicu utama:ideologi (primordialisme), keamanan (senjata ilegal).

  Konflik muncul saat beberapa gatra melemah bersamaan.



3. Peran Generasi Muda


Mengaktualisasikan Ketahanan Nasional dengan:


* Melawan politik identitas dan hoaks.

* Berperilaku inklusif.

* Mengembangkan inovasi dan literasi digital.

* Membangun solidaritas sosial di kampus/komunitas.



4. Relevansi Astagatra di era ancaman modern


Masih relevan, tetapi perlu reinterpretasi:


* Ideologi → pertahanan narasi & perang informasi.

* Hankam → pertahanan siber, AI, big data.

* Sosial Budaya → dampak media sosial dan budaya digital.



5. Demokratisasi ala Barat sebagai ancaman


Demokrasi ekstrem ala Barat dapat memicu polarisasi dan politik identitas.

Solusi:demokrasi dijalankan dengan nilai lokal (musyawarah, gotong royong), Pancasila sebagai dasar, dan lembaga masyarakat diperkuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E18 Dava Fernando

E18 Dava Fernando

E 18 Dava Fernando