Postingan

Tugas mandiri 15 E18 Dava Fernando

“Bagaimana cara membangun Nasionalisme Digital bagi Generasi Z yang hidup dalam ekosistem budaya populer global?” Nasionalisme Digital di Era Global: Menjaga Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Budaya Populer Globalisasi telah mengubah wajah nasionalisme secara fundamental. Di era digital, batas geografis negara semakin kabur, sementara arus informasi, budaya, dan ideologi mengalir tanpa hambatan. Generasi Z sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam ekosistem digital global menghadapi tantangan baru dalam memaknai nasionalisme. Kecintaan terhadap budaya populer global seperti K-Pop, Hollywood, atau tren media sosial lintas negara sering kali dipersepsikan sebagai ancaman terhadap jati diri bangsa. Pertanyaannya, apakah nasionalisme masih relevan di tengah budaya global tersebut, atau justru harus dimaknai ulang secara lebih adaptif? Nasionalisme tidak lagi bisa dipahami secara sempit sebagai simbolisme kaku atau penolakan terhadap pengaruh asing. Dalam konteks kontemporer, nasionalisme ...

Tugas mandiri 14 E18 Dava Fernando

Refleksi Integritas dan Kejujuran sebagai Mahasiswa dan Anggota Masyarakat Integritas bagi saya bukan sekadar kejujuran dalam arti sempit, tetapi kesatuan antara nilai yang diyakini, ucapan yang disampaikan, dan tindakan yang dilakukan, bahkan ketika tidak ada pengawasan. Sebagai mahasiswa, integritas menjadi fondasi utama dalam proses pembentukan karakter intelektual dan moral. Pengetahuan tanpa kejujuran hanya akan melahirkan kecerdasan yang rapuh dan berpotensi merusak. Oleh karena itu, integritas bukan hanya nilai etis personal, melainkan syarat krusial bagi keberlangsungan dunia akademik sebagai ruang pencarian kebenaran. Dalam konteks kehidupan kampus, kejujuran sering kali diuji melalui situasi yang tampak sepele namun memiliki konsekuensi moral yang besar. Godaan untuk melakukan plagiarisme, titip absen, atau bekerja sama saat ujian sering muncul, terutama ketika tekanan akademik meningkat. Saya menyadari bahwa lingkungan yang kompetitif, tuntutan nilai, serta budaya “asal lulu...

Tugas mandiri 13 E18 Dava Fernando

Mencari Titik Temu: Refleksi Tantangan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah A. Pendahuluan Dalam konteks negara kesatuan seperti Indonesia, keselarasan kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan prasyarat penting bagi tercapainya tujuan bernegara, yaitu kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Desentralisasi dan otonomi daerah yang diamanatkan sejak reformasi diharapkan mampu mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat sekaligus mendorong inovasi kebijakan sesuai dengan karakteristik lokal. Namun, idealisme tersebut sering kali berhadapan dengan realitas disharmoni kebijakan yang memunculkan konflik kewenangan, tumpang tindih regulasi, hingga tarik-menarik kepentingan politik antara pusat dan daerah. Fenomena ini menunjukkan bahwa harmonisasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Alih-alih menjadi mitra strategis, hubungan pusat dan daerah kerap terjebak dalam relasi hierarkis yang tidak seimbang. Pemerintah pusat cenderung mendominasi proses perumusan...

Ketahanan Nasional

Nama : Dava Fernando  NIM : 43125010236 Pertanyaan Pemantik 1. Posisi Geografis Indonesia (Trigatra) Keunggulan: * Letak strategis di jalur perdagangan dunia (ALKI), kekayaan SDA maritim, posisi tawar geopolitik sebagai "swing state ". Kerawanan: * Perebutan pengaruh AS–Tiongkok, konflik Laut Cina Selatan, penyelundupan, illegal fishing, dan kerentanan blokade ekonomi. 2. Pancagatra paling rentan terhadap globalisasi Gatra Ideologi paling rentan karena arus informasi global mudah memengaruhi nilai nasional. Penguatan: pendidikan Pancasila kontekstual, literasi digital, kurikulum anti-hoaks, penguatan platform digital berbasis nilai kebangsaan. 3. “Mawas ke Dalam” dalam ekonomi Bentuk nyata: substitusi impor strategis, hilirisasi industri, penguatan UMKM digital, reformasi perpajakan, dan pembangunan rantai pasok domestik. Tujuan: mengurangi ketergantungan global dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional. 4. Strategi mengatasi ketidakadilan pembangunan (selain dana) * Refor...

E18 Dava Fernando

Gambar
Tugas Terstruktur 06 Peran Masyarakat Sipil dalam Menuntut Keadilan HAM Abstrak Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan prinsip universal yang menjamin martabat, kebebasan, dan kesetaraan setiap individu tanpa diskriminasi. Dalam konteks Indonesia, penegakan HAM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pelanggaran masa lalu hingga praktik ketidakadilan struktural. Artikel ini membahas peran masyarakat sipil dalam menuntut keadilan HAM, baik melalui advokasi, gerakan sosial, maupun pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Dengan menggunakan pendekatan teori demokrasi partisipatif dan konsep masyarakat sipil dari Habermas dan Cohen & Arato, tulisan ini menegaskan bahwa masyarakat sipil berperan penting sebagai penyeimbang kekuasaan negara dan pelindung hak-hak warga negara. Kata Kunci Hak Asasi Manusia, Masyarakat Sipil, Keadilan, Demokrasi, Advokasi. Pendahuluan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan indikator utama dari kualitas demokrasi suatu negara. Negara yang menghormat...

E18 Dava Fernandoo

Gambar
 Tugas Terstruktur 02 Kelompok 4 Perbandingan Indonesia dan india   Oleh:  1. Indah Alifia Cahyani (NIM  43125010252 ) 2. Rehan Pratama Siregar  (NIM  43125010234 ) 3.Dava Fernando  (NIM  43125010236 ) 4.Dennis Ramadhan (NIM  43125010225 ) Universitas Mercu Buana Fakultas ekonomi dan bisnis Program Studi, Manajemen Latar belakang Dalam perspektif ilmu ketatanegaraan umum yang dimaksud dengan sistem pemerintahan ialah sistem hukum ketatanegaraan, baik yang berbentuk monarki maupun republik, yaitu mengenai hubungan antar pemerintah dan badan yang mewakili rakyat.  Artinya sistem pemerintahan sendiri merupakan kesatuan ornamen pemerintahan yang di dalamnya mencakup kegiatan-kegiatan dari masing-masing lembaga (baik legislatif, yudikatif, maupun eksekutif) terkait hubungan kegiatan satu ke yang lainnya. Sederhana nya sistem. pemerintahan merupakan pemerintahan yang terdiri dari sub-subsistem seperti presiden, senator, legislator, dan lain se...

Terstruktur 6 E18 Dava Fernando

 Tugas Terstruktur 06 Trauma Kolektif dan Upaya Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Abstrak Artikel reflektif ini membahas dimensi psikologis dan sosial dari Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia, khususnya konsep  trauma kolektif . Pelanggaran HAM masa lalu tidak hanya menimbulkan penderitaan individu, tetapi juga kerusakan sosial yang meluas, memengaruhi identitas dan kohesi suatu komunitas. Trauma kolektif didefinisikan sebagai luka psikis yang ditanggung bersama akibat peristiwa traumatis yang masif. Refleksi ini menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam pemulihan, yang mencakup keadilan restoratif, reparasi, dan pembangunan memori kolektif yang inklusif, sebagai syarat mutlak untuk memperkuat pondasi HAM dan mencegah terulangnya tragedi serupa. Kata Kunci:  Hak Asasi Manusia, Trauma Kolektif, Pemulihan, Reparasi, Keadilan Restoratif. Pendahuluan Sejarah Indonesia diwarnai oleh serangkaian peristiwa pelanggaran HAM berat yang meninggalkan jejak ...