Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Tugas mandiri 15 E18 Dava Fernando

“Bagaimana cara membangun Nasionalisme Digital bagi Generasi Z yang hidup dalam ekosistem budaya populer global?” Nasionalisme Digital di Era Global: Menjaga Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Budaya Populer Globalisasi telah mengubah wajah nasionalisme secara fundamental. Di era digital, batas geografis negara semakin kabur, sementara arus informasi, budaya, dan ideologi mengalir tanpa hambatan. Generasi Z sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam ekosistem digital global menghadapi tantangan baru dalam memaknai nasionalisme. Kecintaan terhadap budaya populer global seperti K-Pop, Hollywood, atau tren media sosial lintas negara sering kali dipersepsikan sebagai ancaman terhadap jati diri bangsa. Pertanyaannya, apakah nasionalisme masih relevan di tengah budaya global tersebut, atau justru harus dimaknai ulang secara lebih adaptif? Nasionalisme tidak lagi bisa dipahami secara sempit sebagai simbolisme kaku atau penolakan terhadap pengaruh asing. Dalam konteks kontemporer, nasionalisme ...

Tugas mandiri 14 E18 Dava Fernando

Refleksi Integritas dan Kejujuran sebagai Mahasiswa dan Anggota Masyarakat Integritas bagi saya bukan sekadar kejujuran dalam arti sempit, tetapi kesatuan antara nilai yang diyakini, ucapan yang disampaikan, dan tindakan yang dilakukan, bahkan ketika tidak ada pengawasan. Sebagai mahasiswa, integritas menjadi fondasi utama dalam proses pembentukan karakter intelektual dan moral. Pengetahuan tanpa kejujuran hanya akan melahirkan kecerdasan yang rapuh dan berpotensi merusak. Oleh karena itu, integritas bukan hanya nilai etis personal, melainkan syarat krusial bagi keberlangsungan dunia akademik sebagai ruang pencarian kebenaran. Dalam konteks kehidupan kampus, kejujuran sering kali diuji melalui situasi yang tampak sepele namun memiliki konsekuensi moral yang besar. Godaan untuk melakukan plagiarisme, titip absen, atau bekerja sama saat ujian sering muncul, terutama ketika tekanan akademik meningkat. Saya menyadari bahwa lingkungan yang kompetitif, tuntutan nilai, serta budaya “asal lulu...

Tugas mandiri 13 E18 Dava Fernando

Mencari Titik Temu: Refleksi Tantangan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah A. Pendahuluan Dalam konteks negara kesatuan seperti Indonesia, keselarasan kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan prasyarat penting bagi tercapainya tujuan bernegara, yaitu kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Desentralisasi dan otonomi daerah yang diamanatkan sejak reformasi diharapkan mampu mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat sekaligus mendorong inovasi kebijakan sesuai dengan karakteristik lokal. Namun, idealisme tersebut sering kali berhadapan dengan realitas disharmoni kebijakan yang memunculkan konflik kewenangan, tumpang tindih regulasi, hingga tarik-menarik kepentingan politik antara pusat dan daerah. Fenomena ini menunjukkan bahwa harmonisasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Alih-alih menjadi mitra strategis, hubungan pusat dan daerah kerap terjebak dalam relasi hierarkis yang tidak seimbang. Pemerintah pusat cenderung mendominasi proses perumusan...